Wednesday, 26 November 2008 00:00

PEMERINTAH berkomitmen menjaga kepercayaan dan stabilitas sistem keuangan dalam rangka mengantisipasi meluasnya krisis keuangan glo bal.

Namun, kebijakan penjaminan penuh (blanket guarantee) untuk menjaga kepercayaan dinilai terlalu mahal.

“Memang kalau masyarakat tidak memiliki trust (kepercayaan) kepada pemerintah, akan terjadi chaos. Di beberapa negara ada yang membuat kebijakan penjaminan penuh untuk seluruh institusi keuangan untuk menjaga trust. Tapi itu expensive policy. (Pemerintah akan) berat untuk menjamin seluruh sistem keuangan,” ujar Sri Mulyani dalam sambutannya di acara Investor Summit & Capital Market yang berlangsung di Jakarta, kemarin.

Ia menyarankan agar tugas menjaga kepercayaan dan sistem keuangan sebaiknya bu kan hanya menjadi tugas dari pemerintah dan bank sentral.

Tetapi juga industri pasar modal dan seluruh pelaku pasar.

Kejatuhan bursa saham, menurutnya, bukan hanya merupakan imbas dari krisis keuangan global. Tetapi juga keraguan atau ketidakpercayaan investor terhadap industri pasar modal.

Saat kepercayaan sangat rendah, kepanikan menjadi dominan, sehingga investor dapat bertindak irasional. “Saya hadir di hadapan semua pelaku terutama investor untuk mengimbau mari kita semua belajar da ri awal untuk saling percaya. Tanpa itu, industri ini akan hancur,” tandasnya.

Ke depan, lanjutnya, untuk menjaga kepercayaan dan stabilitas sistem keuangan, pemerintah sepakat untuk melakukan pengawasan ketat agar tidak ada tindakan yang mencari keuntungan sendiri dan menimbulkan kerusakan sistemis terhadap pasar keuangan dan industri pasar modal.

“Saya akan tetap menjaga industri ini. Kalau ada yang merugikan publik, saya akan kejar anda ke manapun.” Sementara itu, untuk rupiah, Sri Mulyani mengatakan saat ini nilai tukar rupiah tengah mencari titik ekuilibrium baru.

“Kurs saat ini cari ekuilibrium baru, akan lebih cepat jika dibantu Anda sekalian.” (Tup/E-1)

 

Add comment


Security code
Refresh

Share on facebook